Cara Kerja Teknologi Plasmacluster

Sharp Electronics bersama-sama 2 kampus terkenal di Jepang lakukan satu riset yang mendapatkan tehnologi Plasmacluster rupanya dapat untuk kurangi jumlah virus yang tersuspensi di udara sampai 91,3%. Bagaimana tehnologi ini dapat untuk meminimalkan jumlah virus yang ada di udara itu?

Yudha meneruskan, ION itu dikelilingi oleh molekul air hingga dapat tahan lama di udara. Saat telah terbentuk di ION generator, ION positif serta negatif itu bisa melekat di bagian badan satu virus atau bakteri serta merusaknya hingga virus yang ada jadi tidak aktif.

“Keseluruhannya Plasmacluster ini berguna untuk menonaktifkan virus, bakteri, menetralkan berbau, alergen, serta termasuk juga melembapkan kulit.

Selanjutnya, banyak yang menanyakan apa tehnologi Plasmacluster ini aman untuk manusia atau mungkin tidak?

“Hasilnya, tidak diketemukan dampak negatif pada kulit, mata, dan pernapasan. Diuji dengan lebih dari 13 juta ION pada mata, kulit, pernafasan dan bayi di muatan.

“Sesudah diamankan selanjutnya di tes kembali lagi, serta diukur berapa banyak virus yang ada dengan memakai cara plaque assay.

“Hasilnya, tidak diketemukan dampak negatif pada kulit, mata, dan pernapasan. Diuji dengan lebih dari 13 juta ION pada mata, kulit, pernafasan dan bayi di muatan.

“Sesudah diamankan selanjutnya di tes kembali lagi, serta diukur berapa banyak virus yang ada dengan memakai cara plaque assay. Jadi virus dikembangbiakan dalam suatu media, hasilnya ialah jumlah virus yang menyebar tanpa ada Plasmacluster itu ada 17.600 sedang yang memakai Plasmacluster jumlah virus sisa cuma 1.530 jadi Plasmacluster ini efisien kurangi virus sampai 91,3%,” tandas Okajima.